Showing posts with label wedding. Show all posts
Showing posts with label wedding. Show all posts

Thursday, October 24, 2013

Berlian, Si Batu yang Berharga

Namanya boleh “batu” tapi siapapun ngga akan nolak kalo ketimpuk “batu” yang satu ini. Tapi abis ketimpuk, batunya bisa jadi hak milik…wekekekeke….saya pun mau, ketimpuk sekali, dua kali, tiga kali, bahkan ratusan kali sampe kepala benjol…hehehhe. “Batu” yang satu ini istimewa soalnya, dan yang pasti mahal harganya. :D
Berlian menjadi istimewa karena terbentuk dari karbon murni, selama periode satu milyar tahun jauh di dalam bawah kerak bumi (sekitar 90 mil atau sekitar 150 km dalamnya). Berlian bisa terangkat ke permukaan melalui gunung berapi, dan sebagian besar ditemukan pada batu vulkanik atau terbawa oleh arus ombak. Kebanyakan berlian yang terdapat dialam berumur 1 sampai 3 milyar tahun, menakjubkan ya…

Ikatan atau link molekul karbon dalam berlian benar-benar teratur, yang membuat berlian sangat keras, non-volatile dan tahan terhadap serangan kimia. Walaupun batu berlian dikenal sebagai batu yang paling keras, batu kelahiran April ini juga sangat rapuh dan bisa hancur jika dipukul keras berulang kali dengan palu atau dengan kekuatan besar lainnya. Kata Berlian atau dalam bahasa Inggris disebut Diamond berasal dari bahasa Yunani “Adamas” atau “baja paling keras”.
Untuk mengenal si Berlian, ada beberapa hal yang perlu diketahui, yaitu Cut, Clarity, Color, Carat (4C)
CUT
Seluruh sisi berlian harus dipotong sedemikianrupa sehingga sisinya proporsional dan memantulkan kilau yang sempurna. Potongan berlian yang paling popular yaitu 58 segi (facet), karena potongan ini dihasilkan dari hitungan matematis yang akurat dan sempurna. Berlian yang memiliki potongan 58 facet akan terlihat cemerlang dan berkilau, karena cahaya akan masuk kedalam batu untuk kemudian direfleksikan keluar melalui puncak berlian. Jika potongan berlian tidak sempurna, maka berlian akan terlihat kusam, karena tidak mampu merefleksikan kembali cahaya yang masuk. Cutting detail berlian akan terdapat pada sertifikat berlian. Model potongan berlian yang saat ini dikenal ada 9, yaitu round, asscher, emerald, oval, marquise, pear, princess, radiant, dan heart.
CLARITY
Berlian mampu memancarkan cahaya ini, inilah salah satu yang menjadikannya sebagai batu yang sangat istimewa. Pancaran cahaya ini akan terlihat sangat indah terutama karena tingkat kebeningannya.
Berlian yang memiliki tingkat kebeningan yang tinggi adalah berlian yang bebas dari inklusi atau cacat. Inklusi terjadi karena proses alamiah. Inklusi umumnya sulit terlihat oleh mata telanjang, namun keberadaannya pada berlian akan mengurangi nilai berlian tersebut.
Inklusi dapat terlihat seperti titik atau noda pada berlian, titik ini sebenarnya bisa merupakan kandungan Kristal yang terperangkap dalam berlian, jika kandungan Kristal ini banyak dan menyebar dalam ukuran sangat kecil (micro) maka akan membentuk seperti kabut (cloud) dalam berlian. Kristal juga ada yang berbentuk seperti jarum (needle). Inklusi juga bisa berupa seperti retakan didalam berlian. Intinya siy, kalo ada inklusi berarti berlian tak tampak jernih sempurna…:D


Berlian FL, IF, VVS and VS adalah tipe yang sangat bagus kualitasnya, dengan tingkat inklusi rendah tentunya. Jadi kalo ada berlian yang didiskon, hati-hati, kemungkinan karena berlian itu adalah yang memiliki tingkat inklusi tinggi.
COLOR
Berlian mempunyai tingkatan warna yang cukup banyak, mulai putih bening (tidak berwarna) hingga kuning terang. Tingkatan warna ini dilambangkan dengan skala, yaitu D – Z (tidak berwarna – kuning terang) dan Z+ yaitu berlian yang berwarna warni yaitu merah, hijau, biru. Berlian skala Z+ biasa disebut dengan berlian fancy.
Tentunya untuk membedakan warna pada berlian dengan skala D – Z diperlukan mata yang terlatih karena tingkat gradasi warnanya sangat tipis bedanya. Harga berlian dengan skala D – F yaitu tidak berwarna dan bening adalah yang paling mahal. Berlian yang tidak berwarna sebaiknya dipasangkan dengan logam putih juga, misalnya platina, sehingga berlian dapat memancarkan warna indahnya secara maksimal. Sedangkan untuk logam seperti emas, disarankan untuk memakai berlian yang berwarna kuning, sehingga refleksinya akan saling menguatkan.
CARAT
Carat atau karat adalah satuan ukuran berat berlian. Satu karat setara dengan 0,2gram, wuuiih…saking berharganya batu ini, satuan ukurannya sampai kesatuan yang kecil banget ya…Semakin besar karatnya maka semakin mahal pula harganya. Tapi bukan berarti 2 berlian bernilai 1 karat sama harganya dengan 1 berlian bernilai 2 karat. Hal ini karena berlian sangat jarang dijumpai dalam ukuran besar, jadi tentunya 1 berlian dengan nilai karat yang tinggi akan lebih berharga ketimbang banyak berlian dengan nilai karat yang rendah.
Pada berlian dengan model potongan round brilliant, nilai karat bisa diperkirakan daridiameter batu tersebut, karena model ini mengikuti standar yang tepat. Metode ini tak dapat diterapkan pada berlian dengan model potongan yang lain.
Hmmm…gimana gimana?? Ternyata untuk tahu batu berlian itu baik atau tidak, banyak yang mesti dilihat. Ya iyalah ya…makanya batu ini mahal banget harganya, susah dicarinya, proses bermilyar tahun lamanya, dan yang pastinya cocok banget dijadikan tanda cinta untuk orang-orang terkasih, karena berlian adalah abadi (hehehhe jargonnya siapa ya…).
Oh iya, sedikit tips untuk merawat berlian:
1.      Simpanlah berlian dengan pembungkus kain halus.
2.      Lepas berlian saat melakukan aktifitas yang “sedikit ekstrim” seperti melakukan pekerjaan rumah (cuci, masak, bebenah), manicure, berenang dll.
3.      Pakai berlian setelah mengoleskan lotion, menyemprot parfum atau hairspray, karena jika terkena zat kimia, warna berlian akan pudar.
4.      Rendam berlian dalam larutan ammonia dicampur 1 gelas air hangat selama 20menit, sikat dengan sikat gigi lembutdan keringkan dengan kain lembut. Mudahnya siy percayakan saja perawatannya selama 6 bulan sekali pada ahlinya (ditoko berlian).
Okey deh…semoga bermanfaat…:D

Dari berbagai sumber
Gambar: googleimages

Nuansa Etnik di Kamar Pengantin

Hmmm…”kamar bernuansa tradisional”..apa yang ada dikepala kita ketika mendengar kalimat ini? Kamar yang penuh dengan nuansa kayu, warna kayu, ukiran kayu, berat, tua. Tapi ngga juga kok, kamar bernuansa tradisonal ngga melulu harus diisi dengan perabot kayu yang berdetail motif ukiran suatu daerah.
Nuansa etnik dikamar pengantin bisa didapati dari pesona ornamen etnik yang menghiasi kamar tersebut, kain tenun, batik, anyaman, hiasan manik-manik, perhiasan tradisional bisa memberikan kesan etnik yang kental jika dipadukan dengan baik didalam kamar.
Gaya etnik dipilih sebagian orang karena kesan natural yang dalam sehingga terasa sejuk dan dekat dengan alam, serta kesan romantis yang dibawa oleh kain-kain tenun yang lembut dengan warna-warna menawan dan tak lupa furniture kayu dengan sedikit elemen ukir pun menambah kesan tradisional.

Sampirkan kain tenun sebagai penutup ujung bagian bawah tempat tidur (runner), jadikan batik sebagai aksen pelengkap pada sarung bantal atau seprai anda. Berkreasilah dengan padu padan batik prada, kain tenun, kain bersulam ataupun kain bermanik, oh iya, jangan lupakan bahan lace atau brocade, itupun bisa membangkitkan suasana tradisional yang menawan.


Sebagai pencerah kamar nuansa modern bisa digabungkan tanpa menghilangkan nafas tradisonal. Gunakan rangkaian bunga modern dengan vas dari bahan gerabah dengan warna alami, hmm…tetap etnik kan…:D

Kain penutup jendela pun bisa menggunakan bahan vitrage modern dan gunakan tali rami sebagai pengikatnya, simpel tapi cantik..
Percantik ruangan dengan lilin-lilin beraroma terapi. Gunakan wadah dari bahan logam berornamen. Gelang-gelang etnik berdiameter besar dan tinggi (seperti gelang makassar) juga bisa dijadikan wadah lilin atau vas bunga, cukup letakkan gelang di tempat lilin atau vas hanya sebagai penutup wadah yang sebenarnya.

 
Untuk meja-meja yang ada dikamar gunakan selendang etnik yang menjuntai hingga kelantai sebagai taplaknya. Berikan rangkaian bunga dengan vas-vas kecil berwadah tradisional, bisa juga menggunakan hiasan bunga lokal seperti mawar lokal ataupin bunga aster.  Sebagai hiasan dinding, gantungkan piring antik koleksi bermotif cantik dengan paduan warna yang senada.
Koleksi perhiasan anda juga bisa dipajang dengan wadah etnik yang cantik dan ditaruh dimeja rias untuk mempercantik dekorasi ruang.
 

O iya, yang terakhir dan salah satu yang paling penting, taburkan kelopak bunga diranjang pengantin…mmm…kesan romantisnya dapet banget kan…:D
Eh…tapi kenapa cuma untuk kamar pengantin aja ya, untuk anda yang sudah menikah dan ingin merubah dekorasi kamar dengan suasana tradisonal romantis agar hubungan tetap hangat bisa dicoba juga lho..tips nya jangan takut bereksperimen dengan segala bahan untuk memadupadankan unsur tradisional dan modern, dan jangan terlalu banyak menggunakan warna. Warna kalem dan tenang bisa menjadi pilihan, tapi sentuhan warna dramatis seperti merah atau kuning bisa menjadi unsur ceria dalam ruangan. Selamat mencoba…:D

Gambar :
telegraph.co.uk
dnliving.com
lagoric’s market wall
blog.ikdesignspark.com
fashionmostwanted.com
http://www.saffronmarigold.com
apartmenttherapy.com
superstock.com
townhousecompany.com

Wednesday, October 23, 2013

Undangan Motif Ukiran Dayak

Koleksi desain undangan etnik kami bertambah lagi, kini kami menampilkan desain yang diambil dari bentuk motif dayak. Warna abu-abu gelap mendominasi warna undangan ini, khususnya pada cover.

Dibalut kalkir yang dicetak dengan pola ukiran dan semakin membuat nuansa etnik dayaknya semakin kental, warna merah berani mempertegas desain undangannya sehingga tetapi mempunyai daya baca yang kuat meskipun sudah dibalut oleh kalkir.


Untuk isi ditambahkan foto mempelai yang dicetak diatas kalkir juga, untuk mempermanis undangan ini.  Untuk konten nama mempelai dicetak menggunakan poly perak sehingga keeleganan undangan ini terasa. Kami menyebutnya undangan etnik dengan cita rasa modern.Cocok untuk anda yang menyukai budaya Indonesia khususnya dayak, dengan balutan nuansa modern.

Desain ewedding pun sudah kami persiapkan sebagai pendamping undangan ini, anda bisa melihatnya di : http://www.undanganpro.com/citrahelmi/
Untuk motif kami mengambil refrensi dari koleksi foto kadang tani yang terdapat flickr. anda bisa melihatnya disini.

salam :)

Ewedding

Hai salam,
Banyak yang bertanya pada saya, khususnya calon-calon konsumen kami apa sih ewedding mas? mungkin istilah ini banyak orang-orang yang belum familiar sehingga mempertanyakan hal ini.
Ewedding atau istilah lainnya weddingsite atau website pernikahan adalah media untuk anda mempermudah mengundang sahabat, keluarga dan kerabat lain yang jika dijangkau dengan undangan fisik (hard copy) akan membutuhkan waktu atau sulit untuk dijangkau.
Fungsi ewedding adalah sama dengan undangan secara fisik (undangan cetak), disitu menginformasikan tentang acara pernikahan anda seperti akad nikah, resepsi, peta lokasi dan keperluan lainnya.
Kan ada facebook mas, kita bisa upload foto lalu kita tag ke teman-teman kita!!
Terus kelebihan e-wedding dibanding dengan kita mengupload undangan lewat facebook apa mas?
pertanyaan tersebut pernah dilontarkan calon konsumen kepada saya, dan di post ini saya akan mecoba menjabarkan apa kelebihan dari ewedding ini :
 
1. Lebih terlihat niat untuk mengundang
Bukannya mau berkata facebook berarti tidak berniat, tetapi melalui ewedding ini niat anda untuk mengundang akan terasa lebih lagi. Karena digarap dengan serius dan punya alamat website tersendiri sesuai dengan nama anda dan calon mempelai.
 
2. Terlihat lebih sopan
Untuk kalangan teman mungkin facebook masih bisa menjadi pilihan utama, tetapi lewat ewedding ini seorang rekan kerja anda, keluarga yang lebih tua ataupun yang tidak mempunyai akun facebook bisa mengakses website anda dan tidak merasa diperlakukan tidak sopan, karena ewedding ini adalah pemeran pengganti sebuah undangan cetak.
 
3. Menambah nilai
Ya menambah nilai diri anda dan pasangan, dengan ewedding ini anda akan terlihat serius dan sangat berniat dalam melaksanakan pernikahan anda. karena ada komen dari konsumen kami yang bercerita ada temannya yang mengatakan “waah undangan kamu bisa diakses lewat website, up to date teknologi bangeeet, keren lagi desainnya!!”.
 
4. Desain yang bisa dikustomisasi
Undanganpro memang menyediakan template desain yang cantik, unik dan menarik di website kami. Tetapi desain untuk ewedding bisa disesuaikan dengan selera anda dan pasangan atau disenakan dengan undangan anda. Bahkan kami pun sudah menyediakan desain undangan cetak dan desain ewedding yang kami senadakan. Hal ini kami lakukan untuk mempermudah anda dan menghemat waktu anda apabila anda terdesak oleh waktu sehingga lebih cepat dalam memprosesnya.

- ewedding etnik betawi dan undangan cetaknya -
- ewedding padang dan undangan cetaknya -

Mungkin ada kelebihan lain yang belum kami sadari untuk ewedding ini, sementara ini kami hanya melihat 4 poin ini. Seperti obat yang ketika dicoba ternyata bisa menyembuhkan atau memberikan efek positif lainnya yang tidak diungkapkan oleh produsennya. Karena yang merasakan pasti si konsumen dan itulah mengapa seorang produsen selalu mengharapkan saran, masukan dan komentar unntuk produknya agar bisa disempurnakan kembali.


salam :)
Helmi Pro

Tentang Cincin Pernikahan

Cincin pernikahan merupakan simbol yang sangat terkenal dan paling mudah dikenali dalam pengenalan sebuah ikatan pernikahan antara seorang lelaki dengan seorang wanita. mempunyai kisah yang panjang dan misterius dalam perjalanan sejarahnya.
Dan pertanyaan mengapa sebuah cincin pernikahan harus digunakan pada jari manis, bukan di telujuk, jempol ataupun jari-jari lainnya selain jari manis, akan dibahas disini.

Dari dunia kedokteran, terdapat satu jawaban yang mengherankan dan bisa membuat kita sangat mengucap syukur atas Karunia Tuhan…..MENGAPA CINCIN PERNIKAHAN DI TARUH DI JARI MANIS..????
Jari manis kita , di pinggirnya ada 2 pembuluh darah..yang berasal dari tempat yang berbeda :
1. Pembuluh darah yang memperdarahi ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan SETENGAH jari manis
2. Pembuluh darah yng memperdarahi SETENGAH jari manis dan 1 jari kelingking…
Ke empat jari yang lainnya hanya memiliki 1 pembuluh darah tapi jari manis, punya 2 pembuluh darah…
Jari manis begitu spesial bagi kami di dunia kedokteran karena dari sudut anatomi , ia berbeda dan sangat special… makanya, pernikahan juga merupakan sesuatu yang spesial bagi semua orang….

Dan ada pembuktian seru yang bisa anda langsung coba sekarang juga :
1. Pertama, pertemukan kedua telapak tangan Anda, jari tengah ditekuk ke dalam sampai buku kedua(ruas jari kedua dari atas) bertemu.
2. Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan ujungnya.
3. Cobalah membuka ibu jari. Ibu jari mewakili orang tua, ibu jari bisa dibuka karena semua manusia mengalami sakit dan mati. Dengan demikian orang tua kita akan meninggalkan kita suatu hari nanti.
4. Tutup kembali ibu jari Anda, kemudian buka jari telunjuk Anda. Jari telunjuk mewakili kakak dan adik, mereke memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita.
5. Sekarang tutup kembali jari telunjuk, dan buka jari kelingking yang mewakili anak2. Cepat atau lambat anak2 juga akan meninggalkan kita.
6. Selanjutnya, tutup jari kelingking, bukalah jari manis Anda tempat dimana kita menaruh cincin perkimpoian. Anda akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka. Jari manis mewakili suami dan istri, selama hidup. Anda dan pasangan Anda akan terus melekat satu sama lain.
menarik bukan?, ya cincin pernikahan yang sakral ini mempunyai misterinya tersendiri.

Salam :)
—————————————————————————–
source : kaskus.us

Undangan Batak Modern

Undangan etnik gak melulu hanya terlihat etnis, elegan dan berbudaya. Undangan ini dibuat dengan membangun nuansa modern dengan sentuhan modern. Dengan memakai grafis pixel (kotak-kotak) yang berkesan simpel diambil dari motif kain ulos khas dari Sumatera Utara. Dominan warna putih semakin menjelaskan tema modern untuk undangan etnik yang satu ini.

Tiga lembar isi dipersiapkan untuk kebutuhan anda dalam menyampaikan informasi hari indah anda. Mulai dari acara pemberkatan, resepsi, peta hingga nama keluarga yang turut mengundang. Warna merah maroon dipilih sebagai warna tulisan, warna ini pun dipilih tidak sembarang tetapi mengambil salah satu warna yang biasa terdapat pada sebuah kain ulos.

Untuk anda yang mengadakan pernikahan tema adat batak tetapi tetap ingin menampilkan nuansa modern, undangan ini sangat cocok untuk anda dan pasangan.
Untuk harga dan spesifikasi lebih lengkap anda bisa melihatnya di http://www.undanganpro.com/kartu-undangan/detail/289/btk002.


Salam :)

Lely & Rudy

Mungkin bagi anda yang sudah melihat-lihat koleksi desain undangan kami baik di website http://www.undanganpro.com ataupun di blog ini anda akan bertanya-tanya atau merasa heran, kenapa dari kebanyakan desain yang ada nama mempelainya semuanya sama, kebanyakan bertuliskan nama Lely dan Rudy.

Itu bukan nama fiktif kok, orangnya beneran ada. Mereka adalah sahabat kami yang sudah menikah pada bulan april kemarin. Dan mereka juga orang-orang yang berperan dalam http://www.undanganpro.com. Jadi daripada kami mengarang-ngarang nama kami akhirnya memutuskan untuk menggunakan nama mereka sebagai proyek penambahan desain undangan koleksi kami.
Kami mencoba membuat sendiri semua desain undangan yang kami tawarkan. Selain agar bisa membedakan kami dengan yang lain, juga agar kami bisa bekerja dengan bahagia. Karena kebetulan kebanyakan dari yang mengurus http://www.undanganpro.com ini adalah desainer grafis lulusan IKJ (Institut Kesenian Jakarta). Jadi dengan senang hati kami mengeksplorasi desain sebuah undangan, berawal dari yang mudah seperti ornamen dan tata letak, berlanjut hingga ke bentuk undangan sampai ke media pembuatan undangan.

Perlahan tapi pasti kami akan mengembangkan diri ke tujuan yang lebih baik dan lebih eksplor lagi. Karena pekerjaan kami bukan hanya mengurusi masalah internal saja tapi kami juga harus bisa melayani konsumen kami dengan baik dan jangan sampai kami mengecewakan mereka.
Terima kasih untuk Lely dan Rudy yang sudah bersedia namanya kami gunakan sebagai dummy desain undangan baru kami. Dimana tujuannya tidak lain tidak bukan adalah agar anda yang ingin menikah semakin punya banyak pilihan desain undangan untuk anda pilih. Tidak melulu template yang itu-itu saja. Bahkan jika anda menginginkan desain yang custom atau beda dengan template yang ada, dengan senang hati kami akan membantu anda. Tentunya dengan nama anda dan calon pengantin anda, bukan Lely dan Rudy, kalo mereka sih sudah duluan menikah :D .

Salam :)

Friday, October 18, 2013

Undangan dengan Pita

Undangan Hard Board satu lapisan ini terlihat amat cantik dengan balutan pita coklat. Selain sebagai penambah nilai estetis pita juga berfungsi sebagai pengunci dari undangan.
Bukaan empat sisi dengan bagian utama berada dibagian tengah membuat undangan semakin menarik ketika sudah dibuka. Dengan tambahan lembaran yang banyaknya bisa disesuaikan dengan keinginan anda. Bisa berisikan semisal foto prewedding anda berdua.
Spesifikasi lengkap dari bahan sampai dengan harga undangan anda bisa cek di : http://www.undanganpro.com/kartu-undangan/detail/195/int008

Pernikahan Adat Batak

Berbicara tentang adat, maka kita berbicara mengenai aturan (role), oleh sebab itu pemahaman adat identik dengan pemahaman aturan. Di dalam sejarah kehidupan manusia, segala aktivitas manusia tidak terlepas dari aturan, yang kita sebut norma. Pelanggaran terhadap suatu aturan atau norma, akan mendapatkan sanksi hukum (punisment) ada hukuman moral dan ada hukuman fisik. Di dalam aturan adat, yang paling dominan adalah norma. Pelanggaran atau kesalahan mengikuti norma, maka pertanggungjawabannya adalah moral. Tujuan memahami aturan/norma adat adalah untuk menghidarkan sanksi moral didalam diri orang yang melanggarnya terutama kalau orang tersebut adalah raja adat.
Bagi orang batak, peristiwa adat yang muatan normanya sangat kompleks adalah adat perkawinan dan adat orang meninggal.
Berikut sedikit tentang prosesi adat pernikahan Batak
- Pabangkit hata (melamar) Adalah acara pelamaran orangtua laki kepada orangtua perempuan dengan atas dasar, si laki sudah sepakat dengan si perempuan untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih pasti. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian prosesi perkawinan
- Hori-hori dingding Merupakan rangkaian lanjutan acara pabangkit hata. Acara ini cenderung sebagai penjajakan linkage antara kemampuan orang tua laki dengan keinginan orangtua perempuan, apabila hubungan tersebut dilanjutkan kepada pesta perkawinan. Acara ini dilaksanakan secara rahasia oleh saudara prempuan orangtua laki-laki dengan saudara perempuan orangtua perempuan. (acara imformal)
- Patua hata Acara ini merupakan lanjutan pabakkit hata dan hori-hori dingding yang setingkat lebih tinggi kepastiannya. Acara ini menyatakan bahwa hubungan si anak dengan siperempuan bukan hubungan terbatas antara kedua belah pihak tetapi sudah melebar hingga kepada yang berkompeten. Pada saat sekarang acara ini sudah disatukan dengan acara parhusipon. Kalau acara ini tersendiri didalam proses rencana perkawinan, maka acara patua hata, sudah membawa konsep ancang-ancang waktu, marhusip, jumlah undangan, tempat pesta, jumlah sinamot, bentuk ulaon dan sebagainya agar pada acara marhusip semua sudah matang (all ready for go on).
- Marhusip Acara marhusip adalah acara pematangan ancang-ancang menjadi konsep ke jenjang marhata sinamot. Didalam adat batak, dalam membicarakan sesuatu yang akan pasti harus terbuka di antara dalihan natolu. Materi yang dibicarakan di dalam marhusip, sama persis dengan yang dibicarakan dalam acara marhata sinamot. Keterbukaannya adalah menjadi perbedaannya antara marhusip dengan marhata sinamot. Makanya disebut bisik-bisik yang keras karena belum terbuka pembicaraan tersebut dengan dalihan natolu. Bisik-bisik di dalam hal ini adalah, adanya salah satu komponen dalihan natolu yang belum mendengar isi pembicaraan. Yaitu hula-hula kedua belah pihak. Apabila hula-hula kedua belah pihak ikut serta dalam pembicaraan itu, maka parhusipon sudah masuk pada acara marhata sinamot. Pinggan panukkunan sudah harus berjalan, jambar dan situak natonggi serta piso dan upa tulang. Pada pesta unjut hanya menyelesaikan piso dan parjambaran yang belum terlaksana. Kalau marhata sinamot sudah berjalan, maka tinggal pelaksanaan pesta unjut. Catatan. Di sebahagian marga dan luat acara marhusip ditiadakan. Konsep yang sudah disepakati pada acara patua hata langsung dibawa ke acara marhata sinamot sekaligus pesta unjut.
- Todoan adalah merupakan hak seseorang untuk menerima sejumlah uang, barang atau ternak dari mertua seorang putrid pada waktu pernikahan. Di daerah tertentu di Humbang Hasundutan, todoan ini sebagai permintaan khusus dari Ibu yang melahirkan pengantin perempuan yang harus dipenuhi oleh orang tua pengantin laki-laki. Sebagai imbalan dari todoan, orangtua dari perempuan harus memberikan “ulos” yang disebut ulos todoan. Todoan ini hendaknya kita lestarikan sebagai Ciri Khas Adat Rambe
Bentuk Ulaon
1. Alap Jual. Alap jual adalah bentuk ulaon perkawinan dimana yang menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pesta perkawinan di kerjakan oleh keluarga perempuan (Bolahan Amak). Pihak keluarga laki-laki tinggal datang dan membawa uang sesuai jumlah yang telah disepakati pada saat marhusip atau patua hata. Setelah selesai pesta. Pengantin perempuan di boyong ke rumah pengantin laki-laki.
2. Taruhon Jual Adalah bentuk pesta perkawinan di mana yang menyediakan segala sesuatu yang berkaitan dengan pesta dilaksanakan oleh pihak pengantin laki-laki (Bolahan Amak). Pihak pengantin perempuan datang untuk melaksanakan pesta (manaru boru) dan akan menerima dan memberikan segala hak dan kewajiban sesuai dengan apa yang sudah disepakati, didalan acara patua hata atau marhata sinamot. Kedatangan pihak pengantin perempuan disambut oleh keluarga pengantin laki-laki. Sedangkan pada pesta alap jual, keberadaan pihak pengantin perempuan sudah ditempatnya/dihalamannya maka tidak ada lagi penyambutan terhadap pihak par boru.
3. Sulang-Sulang Pahompu/Manggarar Adat Adalah bentuk pesta adat yang dilaksanakan suami istri, karena pada saat perkawinan mereka disebut Mangalua (Kawin Lari). Bentuk perkawinan seperti ini sangat dihindari oleh orang Batak. Perkawinan semacam ini adalah karena sesuatu dan lain hal terpaksa dilaksanakan. Walaupun dengan resiko meningkatnya biaya yang harus dikeluarkan. Disebut sulang-sulang pahompu karena adat tersebut dilaksanakan setelah suami istri sudah punya anak. Disebut manggarar adat karena perkawinan yang mereka lakukan mendahulukan lembaga perkawinan dan membelakangkan pelaksanaan adatnya. Adat tersebut menjadi hutang yang harus dibayar. Manggarar adat pada umumnya bentuk adat yang dilaksanakan sebelum suami istri yang kawin lari mempunyai anak.
Suhi Ni Amppang Na Opat Suhi ni amppang na opat, sering disamaratakan dikeluarga pengantin laki-laki dengan dikeluarga pengantin perempuan. Apasaja suhi ni amppang na opat bagi Pihak Paranak:
a. Suhut Pangamai
b. Haha ni Pangoli
c. Iboto ni pangoli/Sihutti Appang
d. Tulang ni pangoli / sijalo tikting marakkaup Suhi ni Appang na opat
bagi pihak par boru adalah:
a. Suhut Pamarai
b. Simandokkon/ iboto ni namuli
c. Pariban
d. Sijalo upa tulang/ Tulang ni boru muli
Satu hal yang perlu kita pahami mengenai Upa Tulang dan Tikting Marakkup. Upatulang adalah sejumlah uang dari sinamot yang diterima yang harus diserahkan orang tua dari penganting perempuan kepada tulangnya pengantin perempuan. Besarnya upa tulang, sesungguhnya adalah menurut perhitungan X : 2 = ½x : 3 Besarnya hasil pembagian itulah yang diserahkan kepada tulangnya pengantin perempuan. Jaman dahulu merupakan keharusan. Berdasarkan itulah suhut takut untuk me-mark up sinamot kalau hanya untuk di depan khalayak.
Tikting atau cincin marakkup Adalah besarnya jumlah uang yang diambil dari sinamot yang diterima yang harus diberikan oleh orang tua dari pengantin perempuan Kepada tulangnya pengantin laki-laki biasanya ½ dari jumlah upa tulang. Pemberian ini ada kaitannya dengan namanya Tikting atau tittin marakkup. Bagi sebagian daerah disebut Tikting Marakkup, adalah pemberitahuan (Tikting = Warta) kepada tulang dari hela bahwa berenya sudah menjadi hela, sama artinya dengan bere. Sehingga mulai pada saat itu kedudukan mereka terhadap marga helanya adalah sama. (Hot pe jabu I, hot do I margulang-gulang. Tudia pe berei mangalap boru, hot do I boru ni tulang).
Di lain daerah mengatakan “Tittin Marakkup” tittin (cincin) adalah pertanda antara dua pihak yang sama menggunakan cincin, bahwa mereka berdua sama kedudukannya terhadap keluarga pengantin laki-laki. Cincing yang dimaksud adalah sejumlah uang yang diberikan kepada tulangnya pengantin laki-laki. Pinggan Panukkunan Bagi orang batak mengatakan “Sai marmula do nauli, sai marmula do nadenggan”. Sebagai kepastian hukum bagi Raja Raja Adat, Natua-tua dan Khalayak, maka untuk memulai suatu pembicaraan resmi dikatakan, “Hesek mulani gondang, serser mula ni tortor, sise mulani hata” Setelah selesai makan, untuk memulai pembicaraan, maka pihak pengantin perempuan menanya keberadaan pinggan panukkunan sebagai kepastian hukum yang akan dibicarakan.
Pinggan panukkunan adalah sebuah piring berisi beras secukupnya, daun sirih 5 atau 7 lembar, uang empat lembar dan dulu, selalu disertakan sepotong daging (Tanggo-tanggo). Piring (wadah), beras (kemakmuran), Daun sirih (kesegaran dan kesehatan prima), Uang (suka cita) dan daging masing-masing mempunyai makna dalam pembicaraan resmi pada adat perkawinan. Sebagai pendahuluan menghantarkan pembicaraan raja adat, isi pengantar tersebut harus berkaitan dengan semua isi dari pinggan panukkunan.
Selanjutnya pembicaraan memasuki inti dari pesta adat. (Skenario Tanya jawab dalam marhata sinamot pada pesta unjut akan dipelajari dan menjadi inti pertemuan kita) Tikkir Tangga/Paulak Une Acara ini sebetulnya adalah acara yang sangat pribadi bagi kedua belah pihak dan dahulu acara ini sangat sensitive bagi pihak luar terutama paulak une. Itulah sebabnya acara ini dilaksanakan oleh yang bersangkutan (pengantin) dan orangtua pengantin laki-laki. Kalau kita lihat pelaksanaannya, acara tikkir tangga dilaksanakan parboru kerumah paranak sebelum acara patua hata. Tujuannya adalah untuk mengetahui siapakah calon helanya di antara 7anak didalam keluarga nya? Bagi orang batak ada: anak hasudungan, anak bunga-bunga, anak na niain, anak na sinuanhon, anak pisang, anak gappang, anak hatoban. Kalau kedudukan calon helanya diantara 7 macam anak bagi orang batak tidak disukai oleg pihak par boru, maka hubungan pertunangan dapat dibatalkan tanpa ada yang dipermalukan.
Acara Paulak Une dilaksanakan minimal seminggu sesudah resmi menjadi suami istri. Tujuannya adalah memberitahukan secara tidak langsung bahwa istrinya adalah boru ni raja dan une atau tidak (perawan atau tidak). Konsekuensinya apabila si istri bukan gadis lagi, pertanda bagi orang tua perempuan, anaknya ditinggalkan dirumah orangtuanya. Pihak parboru harus rela anaknya kembali kerumahnya, walaupun itu menjadi aib* ) Berdasarkan keterangan di atas bahwa sesunggunya pesta perkawinan adat batak tidak mengenal istilah ulaon sadari. Kalau toh harus diadakan maka Tikkir Tangga dan Paulak Une diserahkan kepada kedua belah pihak untuk melaksanakannya kemudian.
PERNIKAHAN ADAT BATAK Pada dasarnya, Adat Pernikahan Adat & Pernikahan Batak, mengandung nilai sakral. Dikatakan sakral karena dalam pemahaman Pernikahan Batak, , bermakna pengorbanan bagi parboru (pihak penganten perempuan) karena ia “berkorban” memberikan satu nyawa manusia yang hidup yaitu anak perempuannya kepada orang lain pihak paranak (pihak penganten pria) , yang menjadi besannya nanti, sehingga pihak pria juga harus menghargainya dengan mengorbankan/ mempersembahkan satu nyawa juga yaitu menyembelih seekor hewan (sapi atau kerbau), yang kemudian menjadi santapan (makanan adat) dalam ulaon unjuk/ Pernikahan Adat itu. Sebagai bukti bahwa santapan /makanan adat itu adalah hewan yang utuh, pihak pria harus menyerahkan bagian-bagian tertentu hewan itu (kepala, leher, rusuk melingkar, pangkal paha, bagian bokong dengan ekornya masih melekat, hatu, jantung dll)bagian tersebut disebut tudu-tudu sipanganon (tanda makanan adat) yang menjadi jambar yang nanti dibagi-bagikan kepada para pihak yang berhak, sebagai tanda penghormatan atau legitimasi sesuai fungsi-fungsi (tatanan adat) keberadaan/kehadira n mereka didalam acara adat tersebut, yang disebut parjuhut.
Sebelum misi/zending datang dan  orang Batak masih menganut agama tradisi lama, lembu atau kerbau yang dipotong ini ( waktu itu belum ada pinahan lobu) tidak sembarang harus yang terbaik dan dipilih oleh datu. Barangkali ini menggambarkan hewan yang dipersembahkan itu adalah hewan pilihan sebagai tanda/simbol penghargaan atas pengorbanan pihak perempuan tersebut. Cara memotongnya juga tidak sembarangan, harus sekali potong/sekali sayat leher sapi/kerbau dan disaksikan parboru (biasanya borunya) jika pemotongan dilakukan ditempat paranak (ditaruhon jual). Kalau pemotongan ditempat parboru (dialap jual) , paranak sendiri yang menggiring lembu/kerbau itu hidup-hidup ketempat parboru. Daging hewan inilah yang menjadi makanan pokok “ parjuhut” dalam acara adat perkawinan (unjuk itu). Baik acara adat diadakan di tempat paranak atau parboru, makanan/juhut itu tetap paranak yang membawa /mempersembahkan.
Kalau makanan tanpa namargoar bukan makanan adat tetapi makanan rambingan biar bagaimanpun enak dan banyaknya jenis makananannya itu. Sebaliknya “namargoar/tudu- tudu sipanagnaon” tanpa “juhutnya” bukan namargoar tetapi “namargoar rambingan” yang dibeli dari pasar. Kalau hal ini terjadi di tempat paranak bermakna “paranak” telah melecehkan parboru, dan kalau ditempat parboru (dialap jula) parboru sendiri yang melecehkan dirinya sendiri. Anggapan acara Perkawinan Adat & Perkawinan Batak rumit dan bertele-tele adalah keliru, sepanjang ia diselenggarakan sesuai pemahamn dan nilai luhur adat itu sendiri. Ia menjadi rumit dan bertele-tele karena diselenggrakan sesuai pamaham atau seleranya.
Marhusip : Meskipun acara Marhusip salah satu unsur adat tetapi belum termasuk acara adat lengkap,maksudnya pada acara ini saudara laki-laki ibu yang melahirkan pengantin perempuan belum ikut karena tidak dihadiri pihak hulahula. Jadi disebut namanya Marhusip adalah karena pembicaraan masalah pernikahan belum resmi jadi tidak perlu diketahui umum.Jadi baru dalam tarap penjajakan. Falsafah yang terkandung dalam acara marhusip ini adalah:
1. Manat unang tartuktuk, dadap unang tarrobung. Maksudnya: sebelum dilaksanakan hajad seharusnya diperiksa dan hati-hati dalam bersikap serta tata cara yang akan di acarakan.
2. Jolo nidodo asa hinonong; maksudnya sama dengan no 1 diatas.
3. Jolo tinaha garung niba, jolo tinangkasan ma jolo gogo niba dohot sinadongan niba maksudnya harus teliti semua aspek yang terkait dengan acara.
Umumnya dirumah pihak perempuan dilaksanakan acara “Marhusip”, dan harus diberitahu akan kedatang pihak calon laki-laki, biasanya cukup 3 orang saja yang ikut dalam acara itu yaitu haha anggi dari bapak calon laki-laki serta dongan sahuta serta seorang wanita, begitu juga dari pihak calon perempuan yang ikut dalam acara Marhusip tersebut. Pembicaraan berkisar perkenalan dan mengenalkan anak laki-laki yang ingin meminang anak perempuannya, dansambil melihat keadaan pihak perempuan apakah layak dijadikan menantu. Dan pada zaman sekarang pembicaraan diarahkan untuk mengetahui apa yang diinginkan pihak parboru (termasuk ancar-ancar berapa sinamot yang diminta) kalau acara Marhusip lancar dan kedua belah pihak sama-sama tidak keberatan dalam hal anak yang dijodohkan.
Dibawah ini ada skenario acara Marhusip dalam bahas Batak dan artinya bahasa Indonesia sebagai berikut : Pembicara dari pihak parboru (PB): „ Ba mankatai ma hita raja ni parboruon. IA nungga ro hamu tu bagas nami on, mauliate ma siala haroromuna, ba nuaeng na manungkun ma hami tu hamu: Dia ma na hinarohon muna, tangkas ma paboa“ (artinya: Marilah kita mulai berbicara wahai Raja ni Boru, kalian sudah datang kerumah ini , terima kasih atas kedatangan kalian, sekarang kami ingin bertanya pada kalian apa maksud kedatangan kalian tolong dijelaskan?)
Jawaban dari pihak paranak (calon laki-laki) (PL): “Olo ma tutu, rajanami, alusan ma tutu sungkunsungkun muna I, Mauliate ma hudok hami parjolo tu Tuhan ta , ai dibagasan hahipason do hamu hu dapot hami di bagasta na marapang na marjual on. Mauliate do jala malambok pusu huhut dohonon nami di hamu rajanami na manjangkon haroronami dohot bohi na minar huhut lambok mardongan sipanganon na tabo. Ia haroro namai raja nami, na mardomu do I tu boaboa ni anak nami na ro mangalaka tu hutanta on, na di jabuon.Jadi na disuru suhut nami do hami manopot hamu, rajanami, manangkasi dohot manungkun pingkiran muna taringot tu si. On pe parjolo ma jolo husungkun hami hamu rajanami, beha naung ditolopi rohamuna do langka ni anak nami i? Jala molo naung ditolopi rohamuna do, ba songon dia ma dipangido rohamuna simpehononmuna tu hami di sibahenon dohot sipatupaon nami. Botima rajanami. (artinya: Benar sekali raja nami, memang seharusnyalah kami menjawab pertanyaan itu, Terima kasih kami haturkan terutama kepada Tuhan, karena diberi kesehatan kepada kalian yang kami temui di rumah “na marapang na marjual on. Terima kasih setulusnya kami haturkan kepada kalian raja nami yang menghormati kedatangan kami dengan muka yang cerah serta lembut disertai hidangan makanan yang begitu lezat. Adapun kedatangan kami wahai raja nami, sehubungan dengan pemberitahuan dari anak kami yang datang berjalan-jalan kekampung dan kerumah ini. Jadi kami disuruh suhut nami, menemui kalian raja nami, memperjelas serta menanyai kepada kalian tentang hal itu. Sebelumnya terlebih dahulu kami menanya kalian raja nami, Bagaimana apakah kalian sudah mengerti akan maksud kedatangan anak kami?, kalaulah sudah dimengerti , kira kira bagaimana dan apa yang perlu kalian sampaikan pada kami untuk dipersiapkan dan disediakan. Kira-kira begitulah)
Jawaban PB : “Mauliate ma diharoromuna tu bagasta on dohot dihatamuna I sudena.Ndang pola ganjang be dohonon nami mangalusi hamu.Las do rohanami majangkon berenami anak muna i. Alai pangidoan nami, molo naung sian ias dohot burjumuna do na ro nuaeng manaringoti i, ba tung denggan ma bahen hamu taringot tu sisombahononmuna tu hami.Angkup ni I, manurut pingkiran nami nangkin andorang so borhat hamu tu son, ba nungga adong hian bilangan na tontu ditonahon suhut muna sipaboaon muna tu hami. On pe, asa jempek jala bulus pangkataionta ba pintor tangkas ma paboa hamu na tinonahon ni suhut muna I tu hamu. Songon I ma jolo alus nami. Botima. (artinya: Terima kasih atas kedatangan dan kata-kata kalian tersebut, tidak perlu saya rasa panjang-panjang menjawab kalian, kami sangat senang atas bere kami anak kalian itu, tetapi permintaan kami kalaulah memang sudah dari hati yang tulus kedatangan kalian dan menyinggung soal itu maka alangkah baiknya kalau kalian mempersiapkan (sombasomba) untuk membicarakan itu kepada kami, menurut pikiran kami tadi, sebelum kalian berangkat kemari barang tentu sudah ada disiapkan untuk kalian dalam bilangan tertentu oleh suhut kalian, untuk diberi tahu kepada kami. Begitupu untuk mempersingkat pembicaraan kita, terus terang saja kalian menyampaikan yang dititip dan dipesankan suhut tadi kepada kalian. Begitulah dahulu jawaban kami.Botima).
Jawaban Pihak PL: “mauliate di hatamuna I, rajanami.Nunga nauli I, raja nami, na nidokmuna I, ai tutu do nunga adong hian bilangan na tontu huboan hami songon tona ni suhut nami.Jadi ba pinaboa ma tu raja i. Songon on ma , raja nami: Upa suhut RP.20.000.000,00. Jala manurut / marbanding tusi ma angka jambar pangalambungi. (artinya: Terima kasih, atas semua kata-kata kalian raja nami, wahai raja nami apa yang kalian katakan tadi adalah benar, sudah ada bilangan yang pasti kami bawa sebagai pesan dari suhut kami. Jadi kami sampaikanlah kepada kalian raja nami, kira kira beginilah perinciannya, Upa suhut ditetapkan Rp. 20.000.000, serta termasuklah itu untuk jambar pangalambungi.) ( biasanya sewaktu Marhusip selalu penawaran terjadi dan pihak utusan laki-laki selalu mengurangi dari yang telah ditetapkan hasuhutan orang tua laki-laki.)
Pembicara PB: “Ah, raja ni parboruon , ndang masuk diakal nami holan nasa I di tonahon suhut muna. Jadi nuaeng pe, ndada porlu masitaoaran ditingki na “Marhusip” . Paboa hamu ma torang sadia ditonahon suhut muna”. (artinya: Ah, rajani parboruon, tidak masuk akal kami Cuma hanya sekian yang dipesan suhut kalian, jadi sekarang tidak perlu kita saling tawar menawar sewaktu Marhusip. Beritahu secara jelas berapa sebenarnya yang dipesan suhuit kalian) Pembicara PL: “Ba molo songon I do, rajanami, an a uli, ba pinaboa ma tutu. Tona ni suhut nami ,upa suhut Rp.20.000.000. Jala manurut tusi ma tu angka pangalabungi, jadi songon I ma da, raja nami, naboi tuhuhon nami, botima. (Kalau begitu raja nami, baiklah kami beritahulah kepada kalian yang sebenarnya berapa yang dipesankan suhut kami, upa suhut Rp. 20.000.000. termasuk untuk para pangalabungi, begitulah raja nami, yang dapat kami tanggung. Botima.)
Jawaban PB: „Mauliate ma di hatamuna i, raja ni parboruon. Jadi songon on ma dohonon nami taringot tusi: Hujalo hami ma songon na pinaboa muna i, molo olat ni i nama na boi sombahonon muna tu hami, alai ingkon hamu ma mananggung pesta ro sude na mardomu tusi. Ianggo so songoni do, tung soboi do haoloan hami hatamuna i. Songon I ma hatanami, botima, ai patar ma paboaon nami tu hamu, sinamot na nilehon muna I do na naeng pangkehon nami tu haporluan ni nanaeng parumaen muna on, songon I ma hata nami, botima. (artinya: Terima kasi atas jawaban kalian itu raja ni parboruon, jadi beginilah jawaban kami tentang itu: Kami menerima seperti jumlah yang kalian sampaikan, kalau Cuma samapai disitu kesanggupan untuk dipersembahkan kepada kami, tetapi kalianlah yang menanggung pesta serta semua yang berhubungan dengan itu, kalau tidak begitu kami tidak dapat menerima apa yang kalain katakan itu. Begitulah jawaban kami Botima, jelas-jelaslah kami sampaikan kepada kalian, sinamot yang kalian berikan itu yang akan dipergunakan untuk keperluan bakal menantu kalian itu, begitulah jawaban kami ,Botima)
Pembicara PL: Taringot tusi, rajanami ianggo tona ni suhut nami songon on do;sian hami do panjuhuti, alai ianggo na mambahen pesta I, ba hamu parboru do. Jadi molo tung so boi do songon I, an ang tarlehon hami nuaeng putusan taringot tu na nidok ni rajai. Alai ba paboaon nami ma I tu suhut nami.” (artinya: Mengenai itu raja nami, pesan suhut kami begini; Dari kami panjuhuti, tetapi yang mengadakan pesta kalian pihak parboru. Jadi kalaupun tidak begitu kami tidak sanggup memutuskan sekarang raja nami, tetapi akan kami sampaikan permintaan itu kepada suhut kami.)
Pembicara PB: “Molo songoni, ba pasahat hamu ma hatanami I tu suhut muna alai paboa hamu, tung gomos do hami di pangidoan nami I, botima” (artinya: Kalu begitu, kalian sampaikanlah usul kami itu kepada suhut kalian, tetapi harus kalian sampaikan dengan tegas permintaan kami itu, botima.) Jawaban PL: “na uli rajanami pasahaton nami ma hatamuna I tu suhut nami, jala tibu do hami ro mamboan alus sian suhut nami botima.” (artinya: Sangatlah baik itu raja nami, kami akan sampaikan usul kalian itu kepada suhut kami, serta kami akan segera memberi jawaban dari suhut kami, botima)
Sampai disini akhir pembicaraan yang terjadi untuk saat itu, (kesimpulannya masih terjadi tawar menawar siapa yang mengadakan pesta keramaiannya, juru bicara pihak perempuan meminta agar pesta dilaksanakan oleh pihak laki-laki, namun juru bicara pihak laki-laki menolak dan meminta agar pesta dilakukan oleh pihak perempuan, namun keputusan akan dirundingkan dengan orang tua calon laki-laki/suhut yang nanti akan diberi jawabnya segera ) laki-laki menawarkan datang untuk kedua kalinya hanya untuk menyampaikan jawaban dari orang tua calaon mempelai laki-laki. Marhata sinamaot: (membicarakan mas kawin).
Ada falsafah orangtua terdahulu yang perlu diingat sebagai berikut:
1. Aek godang aek lau; Dos ni roha sibaen nasut
1. Balinta ma pagabe tumandangkon sitadoan; Arinta ma gabe molo masipaoloan.
1. Amporik marlipik, onggang marbahang; Gabe do parboli na otik, laos gabe do nang parboli na godang
1. Na mandanggurhon tu dolok do molo basa marhulahula.
(maksudnya Apa saja yang dilempar ke gubnung, seperti batu, pasti batu tersebut meluncur/jatuh kearah kita, dan pasti batu lainpun yang tersenggol akan terikut. Jadi sama berlipat ganda diterima keuntungan yang baik, kalau kita menghormati Hulahula.)
Setelah jadawal pembicaraan tentang Mas kawin (sinamot) telah ditetapkan pada waktu Marhusip dan pesan akan kedatangan pihak Pengantin Laki-lakipun disampaikan pada pihak pengantin perempuan. Maka Pihak perempuanpun mempersiapkan penyambutan dan menerima “Suhi ni ampang“, dan memberi tahu pada orang yang berkaitan dengan acara itu untuk hadir yaitu: 1- Suhut (parboru) 2- Sijalo bara, 3- Tulang 4- Simandokkon, 5- Pariban. Dan ditambah sebagai saksi yaitu: 6- Dongan sahuta (1 atau 2 orang) Inilah yang yang menerima pihak Paranak dalam membicarakan sinamot .Adapun falsafah yang terkandung dalam “Ampang” adalah sebagai berikut:
—————————————————————————————————————–
Ditulis oleh esra Hasugian dengan sumber “Tata cara pelaksanaan adat batak” dan disarikan dari berbagai sumber melalaui wikipedia.com
image source : my.opera.com

Undangan berbalut kalkir

Undangan simpel modern yang terdiri 3 lembar isi untuk informasi akad nikah, resepsi, peta dan lainnya sesuai dengan keinginan dan kebutuhan anda.
Dibalut dengan kertas kalkir yang transparan dan dicetak dengan huruf besar dari tanggal pernikahan anda sebagai media pengingat yang baik kepada orang yang anda undang tanggal berapa perhelatan spesial anda akan dilaksanakan.

Undangan yang cocok untuk anda yang suka dengan sesuatu hal yang simpel, manis tapi tetap berkesan modern dan sopan. Dominasi warna merah biru makin menambah nuansa modernnya. Warna-warna ini bisa diganti dengan warna favorit anda berdua.

Spesifikasi undangan dan harga lebih lengkap bisa anda lihat di
http://www.undanganpro.com/kartu-undangan/detail/188/int002.